Jangan Pergi, Kita Perbaiki
Aku masih tidak mengerti mengapa kau hendak pergi meninggalkanku dengan cara seperti ini? Apakah aku sudah berbuat kesalahan yang terlalu hingga kau tak bisa menerimaku lagi?
Jika memang seperti itu adanya, aku minta maaf padamu.
Tapi, kita tidak harus berpisah seperti ini. Kan pada awalnya kita sudah bersepakat untuk sama-sama berjuang untuk mempertahankan hubungan ini. Maka saat ada tanda-tanda kerusakan, harusnya kita sama-sama memperbaiki, bukan malah meninggalkan pergi.
Sayang, cinta itu bagaikan membangun sebuah bangunan untuk kita tempati bersama dan menghadirkan rasa nyaman di dalamnya. Ketika bangunan rumah itu telah jadi, pada awalnya memang indah terlihat dan kita sangat bahagia rasanya tinggal di dalamnya. Tapi, setelah beberapa waktu berlalu, rumah yang telah kita bangun akan mengalami penyusutan aset seperti kerusakan-kerusakan di bagian sisinya. Entah karena cuaca atau binatang-binatang yang menjadi sebab kerusakannya.
Jika kerusakan terjadi, solusinya kan bukan dengan meninggalkan rumah yang kita tempati. Namun kita harus mulai merencanakan untuk merenovasi rumah agar baik seperti sedia kala. Meski hasil renovasi tak sebaik pada saat pertama jadi, tapi kan kita tetap bisa hidup nyaman di dalamnya.
Sekarang, mari kita tenangkan pikiran sejenak untuk sesaat. Setelah itu mari kita rencanakan untuk merenovasi bangunan cinta yang telah kita bangun bersama.
Jangan lagi terbesit pikiran untuk saling meninggalkan. Bangunan cinta ini adalah bukti perjuangan kita sedari awal kita membangunnya. Jika salah satu dari kita pergi, apa artinya bangunan ini?
Kecuali jika kau memang ingin berpaling karena bangunan lain yang menurutmu lebih nyaman dan cocok untukmu. Ya sudah, itu keputusanmu. Kita hancurkan saja bangunan cinta ini tanpa ada sisa agar tak ada lagi kenang tentang aku dan kamu.
Yang terpentingkan aku sudah berusaha untuk terbuka. Sudah berusaha untuk menawarkan solusi untuk mempertahankan hubungan kita. Jika kau tetap tidak bisa menerima, ya sudah tak mengapa. Aku bukan tipikal orang yang suka memaksa.
terimakasih sudah menuliskan ini. saya selaku yg meninggalkan jadi bisa tau perasaan yg ditinggalkan:')
ReplyDeleteLagi lagi tertampar :)
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletePondasi yang kita bangun telah runtuh karena kamu memilih tinggal di tempat baru
ReplyDeleteNangis gue!π
ReplyDeleteSetelah baca ini jadi teringat kembali perasaan itu, perasaan ditinggalkan
ReplyDeleteSedang mengalami hoho
ReplyDeleteTidakkkk .... baper baperrr π
ReplyDeleteTerimakasih telah mewakili perasaanku
ReplyDeleteUuuuuu, baperr akutuhππππ
ReplyDeleteMencoba bertahan kesekian kali namun tetap ditunggalkan π₯
ReplyDeleteπ’π’π’π’
ReplyDeleteterimakasih sudah membuat jurnal ini. kini ku mengerti untuk mempertahankan hbungan ini.
ReplyDeletesudah mengalami dan tetap tak bisa dipertahankan :')
ReplyDeleteYAuda maap soalnya aku risih
ReplyDeleteKamu cek blok aku juga dong, kasih saran jugaπ€
ReplyDeletePernah ditinggalkan meski gatau apa alasan dia meninggalkan:")
ReplyDeleteDan seketika itu, bangunan lain akan terlihat lebih menarik. Dan aku yakin kamu akan tetap disini, aku yakin. Re Tetaplah bertahan, kita perbaiki. Aku mohon...
ReplyDeleteTerimakasih, aku jadi mengetahui betapa jahatnya seorang akua:')
ReplyDeleteTerimakasih sudah menyadarkan :)
ReplyDeleteTerimakasih sudah mengingatkan
ReplyDeleteTerimakasih sudah mengingatkan :)
ReplyDeleteDan lagi....
ReplyDeleteKok bisa pas gini yaa π
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteππππ
ReplyDeletePerasaan ditinggalkan karena memang sudah membangun bangunan baru dengan orang lain. Namun, bangunan kita masih belum dihancurkan sehancur hancurnya
ReplyDeleteMewakili sekali ππ
ReplyDeletesaya sudah bertahan
ReplyDeletesendiri
Terimakasih sudah mewakili perasaan ku
ReplyDeleteDkhairunnisky.blogspot.com mampir juga ya π€
ReplyDeleteKalau dia beralasan "ingin hijrah" gimana tuh?
ReplyDeleteJalan pintasnya yah tinggalkan saja. Bukannya kebanyakan begitu π’
ReplyDeletePas bangettπ
ReplyDeleteNyentuh bgt bang, selaku irang yg ditinggalkan dan sedang berjuang sendiri untuk memperbaiki bangunan tsb. Sakit rasanya.
ReplyDeleteMakasih telah menulis ini, dan ahirnya aku yakin untuk menerima nya sebagai pelengkap kenyamanan rumah itu.
ReplyDelete"Aku bukan orang yang suka memaksa" πππ
ReplyDelete